Skenario yang Sama dari Para Model

Ayu Ting Ting. viva.co.id

***

Kesedihan masih mendera perempuan yang tengah hamil itu. Apa mau dikata, hubungannya dengan sang suami tak lagi harmonis. Baru beberapa bulan menikah, ternyata pasangan muda itu bukannya memadu kasih. Mereka justru terjebak dalam lingkaran konflik nan sarat akan emosi. Berulang kali ia terlihat menangis tersedu-sedu ditemani ayah dan bundanya.

Dari layar kaca, saya melihat tangis penyanyi dangdut itu terpecah. Begitu jujur ia ungkapkan kesedihannya kepada khalayak. Ia masih dalam pengaruh hipnotis sang pembawa acara yang adalah mentalis ternama. Ia tak tersadar ketika mengungkapkan kata-kata mengharukan itu. 

***

Bukan! Saya bukan penggemar Ayu Ting Ting. Saya juga tak terlalu mengikuti kabar dari sang penyanyi itu. Tapi, saya tahu peristiwa apa yang kini menderanya. Cintanya pada sang suami tengah dirundung prahara.

Saya tak akan mencari tahu lebih banyak tentang masalah apa yang sesungguhnya dialami perempuan muda itu. Saya tak terlalu tertarik. Namun, ada satu hal yang ingin saya catat dari peristiwa yang dialaminya itu. Dalam kisah Ayu Ting Ting, ada fenomena yang menurut saya mirip dengan sejumlah fenomena yang terjadi sebelumnya.

Di saat Ayu Ting Ting tengah dirundung duka, tiba-tiba muncul seorang perempuan muda yang membuat pengakuan nan mengejutkan. Pengakuan itu tentu menjadi penambah beban bagi Ayu.

Adalah Anggita Sari yang membuat pernyataan mengejutkan itu. Ia adalah model sekaligus kekasih dari bandar besar narkoba, Freddy Budiman, yang kini meringkuk di dalam penjara. Anggita mengaku, ia adalah mantan kekasih dari suami Ayu Ting Ting. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya pernah mengandung anak dari suami Ayu. Sayang, katanya, ia kemudian mengalami keguguran.

Entah motivasi apa yang melatari pengakuan Anggita. Model majalah dewasa itu tanpa tedeng aling-aling mengungkapkan sisi lain suami Ayu. Ia nampaknya ingin menegaskan bahwa suami Ayu memang bukan pria baik-baik, pria tak bertanggungjawab, juga pria yang suka bergonta-ganti pasangan.

Saya tak punya niatan untuk mencari tahu benar atau tidaknya pernyataan Anggita. Tapi, pengakuan Anggita itu lantas mengingatkan saya pada peristiwa lain yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.

Kala itu, secara tiba-tiba sosok yang juga adalah model majalah dewasa sebagaimana Anggita, membuat pernyataan mengejutkan. Vanny Rossyane namanya. Di LP Salemba, katanya, dulu ia biasa keluar masuk mengunjungi pacarnya dengan begitu mudahnya. Sang pacar kala itu, adalah Freddy Budiman, yang belakangan menjadi pacar Anggita.

Vanny membeberkan kebusukan sistem pengamanan napi di LP Salemba kepada media. Ia mengatakan bahwa dirinya sering berpesta narkoba hingga bahkan berhubungan badan dengan Freddy di ruang Kepala LP. Ia juga mengaku pernah hamil lantaran hubungannya dengan Freddy. Ya, sosok Vanny dan Anggita sama-sama pernah hamil. Bedanya, jika Anggita kemudian mengalami keguguran, Vanny ternyata memilih melakukan aborsi.

Di lain peristiwa, ada fenomena Zaskia Gotik dan Vicky Prasetyo yang memiliki cerita hampir serupa dengan kisah Ayu Ting Ting dan suaminya. Zaskia dan Vicky baru menggelar acara tunangan nan mewah sebelum prahara kemudian menyelimuti hubungan keduanya. Vicky tiba-tiba diciduk kejaksaan lantaran kasus penipuan yang dilakukannya.

Hubungan Zaskia dan Vicky pun kandas setelah sejumlah perempuan yang mengaku mantan pacar Vicky membeberkan sosok Vicky yang sesungguhnya. Kabarnya, Vicky bukanlah sosok pria yang bertanggung jawab. Mereka bahkan membuat tudingan miring kepada Vicky. Vicky adalah sosok playboy, suka main perempuan. Seorang dari mereka, Deasy Kitaro, bahkan mengaku pernah “tidur” bersama Vicky.

Vanny dan Anggita. solopos.com

***

Orang awam seperti saya tentu tak bisa mencari tahu lebih lanjut perihal kebenaran cerita Anggita, Vanny, maupun Deasy. Lagipula, bagi saya tak ada pentingnya apakah cerita mereka itu benar atau tidak. Yang pasti, ada kesamaan cerita dari apa yang mereka ungkapkan itu. Inilah yang ingin saya catat.

Pertama, para model itu telah mengungkapkan salah satu sisi hidupnya. Tanpa malu, tanpa tedeng aling-aling, dan tanpa ada perasaan risih, mereka mengaku telah sering berhubungan badan dengan orang yang sesungguhnya bukan suami mereka. Bagi mereka, hal itu adalah sesuatu yang biasa.

Vanny Rossyane dan Anggita Sari bahkan dengan terang-terangan dan tanpa nada menyesal, mengaku telah hamil di luar nikah. Mereka berdua pernah ribut gara-gara memperebutkan cinta seorang bandar narkoba. Tanpa rasa berdosa, Vanny bahkan mengaku telah melakukan aborsi yang dilarang oleh negara dan agama.

Memang, fenomena seks di luar nikah sebagaimana yang diakui Vanny, Anggita, dan Deasy, tak hanya dilakukan oleh para model itu. Di kancah sosial yang lebih luas, fenomena itu juga telah banyak terjadi. Tapi, kontrol sosial di kalangan masyarakat bawah masih terbilang tinggi. Jika para model itu dengan bangganya mengakui apa yang biasa mereka lakukan, di kalangan masyarakat bawah, fenomena seks di luar nikah masih dianggap sebagai cela bagi yang melakukannya.

Di berbagai media, sering kita jumpai sosok ternama layaknya Anggita, Vanny, dan Deasy yang menyatakan bahwa mereka memang terbiasa melakukan hubungan seks di luar nikah. Saya bahkan pernah mendengar sebuah pernyataan dari seorang model ternama. Katanya, orang-orang yang menghindari seks di luar nikah itu munafik. Logika ini tentu sangat keliru, namun oleh model itu, telah dijadikan pembenar atas apa yang dilakukannya.

Kedua, terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan sensasional para model itu, kita tak tahu pasti motif apa yang mendasari mereka sehingga tiba-tiba mengungkapkan hal yang vulgar itu kepada khalayak. Maka tak bisa disalahkan jika kemudian ada yang menuding bahwa apa yang dilakukan oleh para model itu adalah sensasi semata. Istilah lainnya numpang tenar. Bukankah dengan pernyataan-pernyataan yang mereka buat itu nama mereka menjadi terkenal? Bukankah dengan sensasi yang mereka buat itu mereka akan menjadi buruan para awak media? Berapa banyak sih yang mengenal mereka sebelum nama mereka tenar lantaran pernyataan kontroversial itu?

Saya tak mau menduga-duga lebih jauh. Yang pasti, dunia hiburan kita terkadang tak bisa membedakan mana artis yang berprestasi dan mana yang gemar membuat sensasi. Dua-duanya bisa saja terkenal dan dua-duanya menghiasi layar kaca.

Menjadi terkenal lantaran prestasi membutuhkan kerja keras dan proses yang panjang. Tipe artis yang demikian ini banyak jumlahnya. Tapi, di luar mereka, ada juga yang ingin terkenal tapi malas mengukir prestasi. Akhirnya, mereka pun memilih cara-cara instan seperti menebar sensasi dan kontroversi. Parahnya, mereka yang mengukir prestasi bisa saja tenggelam di antara mereka yang gemar mengoleksi sensasi itu.

Bukankah begitu, potret jagat hiburan kita saat ini?

*****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s