Paradoks Dua Hati

http://www.nevertell.blogspot.com

Sampai sekarang, aku tak tahu dimana pastinya keberadaanmu. Sudah pasti jauh. Hampir pasti tak mungkin bisa aku jangkau dalam satu atau dua tahun ini.

Berbeda denganmu, kamu tahu betul dimana aku berada. Kamu tahu betul dimana aku tinggal, dimana aku bekerja, dimana aku menghabiskan sebagian besar waktu yang aku punya. Namun, tetap ada kesamaan diantara kita berdua. Kamu pun tak mungkin bisa menjangkauku. Setidaknya hingga lebih dari dua tahun kamu disana.

Aku masih ingat di kala kita mengucapkan sebuah komitmen. Aku yang memulainya dan kamu mengangguk menyetujuinya. Awalnya, sudah pasti ada segumpal keraguan dalam batinmu. Namun, seiring berjalannya waktu, aku bisa melihat semakin bulatnya dirimu mengikatkan diri dalam komitmen yang kita kepakkan itu.

Dan pada akhirnya, kini kita pun menuju satu tujuan yang sama. Aku ingin menjangkaumu. Kamu pun ingin menjangkauku.

Masalahnya, kita sama-sama terbelenggu dalam ketidakberdayaan. Ketidakmampuan menghadapi sekat jarak, ruang, waktu, hingga aturan yang telah lama menghiasi hidupmu.

Aku masih diam disini. Kamu pun masih terpaku di tempat yang jauh itu.

Aku terbiasa dengan panasnya kota ini. Kamu terbiasa dengan dinginnya kotamu.

Aku terbiasa dengan tajamnya polusi. Kamu terbiasa dengan sejuknya salju.

Aku tertidur, kamu masih dalam rutinitasmu. Aku terbangun, kamu masih dalam puncak lelapmu. Seterusnya begitu.

Tapi tak apa, Nduk. Kita masih sama-sama di bumi ini. Hanya belahannya saja yang berbeda. Bukan jarak yang tak bisa kita tembus. Bukan waktu yang tak bisa kita satukan. Hanya sesuatu yang memang di luar kendali kita saja yang membuat kita tak mampu saling menjangkau.

Soal komitmen, aku masih seperti dulu. Bahkan, komitmen itu pun kini tengah bertransformasi menjadi sebuah cita-cita. Bukan sekadar impian, harapan, atau khayalan. Dan, aku yakin, itu pun yang tengah bergejolak dalam hatimu.

Tenanglah kamu disana, Nduk..

*****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s