Kapankah Ketidakpastian Ini Berakhir?

Ilustrasi, diunduh dari google
Ilustrasi, diunduh dari google

Ketidakpastian. Sebuah “rasa” yang sering muncul dalam pikiranku akhir-akhir ini.

Baru aku sadari bahwa selama hampir setahun ini, ternyata aku sudah berada dalam lingkaran ketidakpastian itu. Ketidakpastian yang cukup berhasil menjadi kendala tersendiri bagiku dalam menyusun sebuah rencana hidup. Padahal, rencana hidup, dalam keyakinanku sangatlah penting untuk menunjang kesuksesan hidup. Dalam kalimat lain, kesuksesan hidup adalah juga ditentukan oleh rencana hidup. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah sejak lama mempunyai rencana hidup memiliki tingkat kesuksesan yang relatif lebih baik daripada mereka yang tanpa rencana.

Masalahnya, untuk membuat rencana hidup yang matang bukanlah sesuatu yang selalu mudah. Rencana hidup membutuhkan sebuah kepastian.

Rencana hidup akan semakin matang jika ditopang dengan alas kepastian, dan sebaliknya, bisa menjadi mentah begitu saja ketika menemui serangkaian ketidakpastian. Meski memang, aku menyadari tidak lah mungkin untuk menemukan 100% kepastian dalam menjalani kehidupan ini.

Pada dasarnya, memang semua orang tak menghendaki adanya ketidakpastian. Seorang anak muda tidak akan nyaman jika hubungan dengan pacarnya digantungkan begitu saja dalam ketidakpastian, seorang investor tidak akan cukup berani menanamkan modalnya ketika menghadapai ketidakpastian terhadap prospek usahanya, seorang pegawai tak akan nyaman bekerja jika nasibnya di perusahaan tempatnya bekerja tidaklah pasti.

Tak perlu menuliskan ketidakpastian apa yang ada dalam pikiranku. Bisa-bisa itu menjadi sebuah kritik yang kurang disuka dan ditanggapi secara ad-hominem, atau lebih dari itu, bahkan bisa juga dianggap sebagai sebuah penjelekkan. Yah, persepsi dan daya tangkap orang memang berbeda-beda terhadap suatu masukan.

Kapankah kira-kira ketidakpastian ini akan berakhir? Entahlah, karena mungkin saja satu-satunya jawaban untuk pertanyaan itu adalah “tidak akan berakhir selama kamu disitu”. Atau mungkin sebagaimana yang dikatakan oleh seorang kawan bahwa “satu-satunya kepastian itu adalah ketidakpastian itu sendiri”. Dua jawaban ini, mudah-mudahan saja tidak benar adanya.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s